broadcast_2011@smkn2Tasikmalaya. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Translate this Blog

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

MTV Europe Music Award World Wide Act Nominee


The 2011 MTV EMA's (also known as the MTV Europe Music Awards) will be held in Northern Ireland's capital Belfast, on SundayNovember 62011 at the Odyssey Arena in the Titanic Quarterarea of the city and will be hosted by Selena Gomez.
On September 192011 MTV Networks International announced the 2011 nominees. The main categories were dominated by Lady Gaga with seven nominations, Katy Perry and Bruno Mars with five and 30 Seconds to Mars and Adele with three apiece. This years awards will include international awards, in total 4 non-European categories which encompass territories in AsiaLatin AmericaNorth AmericaMiddle East and Africa. A newer award also includes Biggest Fan Award.

World Wide Act nominations


Best Africa, Middle East and India Act

  • Morocco Abdelfattah Grini
  • South Africa Black Coffee
  • Angola Cabo Snoop
  • Democratic Republic of the Congo Fally Ipupa
  • India Scribe
  • Nigeria Wizkid


Best Asia and Pacific Act


Best Latin American Act


Best North American Act

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Musik, Film, Propaganda



Tanggal 1 Oktober adalah Hari Kesaktian Pancasila. Hari ini diperingati karena gagalnya pemberontakan Gerakan 30 September (G30S) tahun 1965. Kudeta gagal, negara aman, dan dasar negara terbukti tak tergantikan. Pancasila tetap sakti.

Terlepas dari polemik sejarah mengenai siapa sesungguhnya yang berada di balik kudeta gagal itu, beberapa dari kita pasti ingat sebuah film yang diputar TVRI tiap malam 30 September.

Film itu berjudul "Pengkhianatan G30S/PKI" dan kesahihan faktanya juga banyak dipertanyakan. Selain itu banyak adegan juga dinilai berlebihan.

Harap maklum. Film ini adalah bahan propaganda pemerintahan Soeharto, untuk menekankan pelaku pemberontakan (Partai Komunis Indonesia) yang digagalkan oleh Soeharto (saat itu menjabat sebagai Panglima Kostrad).

Pemerintahan Soeharto punya beberapa film serupa, di antaranya "Janur Kuning" dan "Serangan Fajar". Selain film, Orde Baru juga tak segan menggunakan televisi dan radio nasional untuk mewartakan kegiatan presiden.

Tetapi pemanfaatan media untuk propaganda bukan mutlak milik Orde Baru. Era Orde Lama juga melakukannya. Jika Anda tahu artis Lilis Suryani di era 60-an, kemungkinan besar pasti akrab dengan lagu pujian yang berjudul "Oentoek Paduka Jang Mulia Presiden Soekarno".

Lilis, bersama Titiek Puspa dan Bing Slamet adalah jajaran artis memopulerkan irama lenso sebagai pengganti rock 'n' roll Barat (yang tak disukai Soekarno).

Ada pula lagu "Gendjer Gendjer", yang bercerita tentang kesulitan rakyat mencari makan pada zaman Jepang (1942-1945). Mereka mau tak mau harus makan genjer, gulma sawah yang dapat dimakan.

(Orde Baru menyebutkan, lagu ini dinyanyikan anggota PKI saat menculik, menginterogasi dan menyiksa para jenderal di Lubang Buaya. Akibatnya lagu ini dilarang beredar).

Bagaimana dengan pemerintahan sekarang? Apakah juga melakukan propaganda lewat media?

Jawabannya terserah Anda. Tetapi sekadar mengingatkan, sejak pertama kali menjabat pada 2004, Presiden SBY telah meluncurkan empat album: "Rinduku Padamu" (2006), "Majulah Negeriku" (2007), "Evolusi (2009)" dan "Ku Yakin Sampai di Sana" (2010).

Lagu ciptaan SBY berkumandang pada upacara Kemerdekaan RI tahun 2010 dan 2011.

Selain itu, lagu-lagu SBY juga pernah dimainkan sebelum sidang paripurna DPR. Juga pernah masuk menjadi pertanyaan ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun lalu.

Tak cukup sampai di sana, pada ajang SEA Games nanti sebuah lagu SBY berjudul "Bersatu dan Maju" (dibuat dalam bahasa Indonesia dan Inggris) juga akan menyemarakkan suasana.

Film dan musik memang tak terlepas dari propaganda pihak yang berkuasa. Sayangnya, propaganda yang selama ini diterima rakyat tak sebanding dengan pelayanan pemerintahnya. Beberapa ada yang menyesatkan, beberapa bahkan membuai.

Membikin lagu puja-puji atau berkarya boleh saja, tapi jangan berlebihan. Di atas segalanya, program-program untuk rakyat harus tetap berjalan.



Seumber : yahoo OMG

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Resensi Film : Batik Our Love Story


VIVAnews - Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata ‘batik’? Mungkin salah satu jawabannya adalah selembar kain tradisional bermotif yang dibuat menggunakan canting dan malam (lilin). Tapi ternyata 'batik' lebih dari itu. Lewat film dokumenter ‘Batik, Our Love Story’, Nia Dinata mencoba mengemas potret batik di beberapa kota lengkap dengan kehidupan para pekerjanya.
Narasi dari Iwet Ramadhan dipadu dengan tembang ‘Jula-Juli Lolipop’ milik kelompok musik hip hop ­­­­­asal Jogja, Hip Hop Diningrat mengawali kisah film dokumenter batik ini. Perjalanan dimulai dari Pekalongan, salah satu yang terekam adalah batik Oey Soe Tjoen di daerah Kedoengwoeni.
Membatik merupakan keahlian turun temurun. Begitu juga yang dialami oleh Widianti Widjaja. Wanita keturunan Tionghoa itu mewarisi beberapa pekerjaan batik yang belum diselesaikan oleh mendiang ayahnya. Awalnya dia sempat kesulitan, namun akhirnya batik benar-benar membuatnya jatuh cinta. Oleh karena itu sebisa mungkin dia membatik.
Untuk mengerjakan selembar kain batik dengan motif tertentu, dibutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan kadang lebih dari setahun. Dalam film digambarkan bahwa dia menggunakan tangannya sendiri (tanpa sarung tangan) saat proses pengobatan untuk mewarnai kain batik. Padahal obat batik itu kadang membuat alergi pada kulit yang sensitif.
“Saya nggak pakai sarung tangan untuk melihat kelendiran dari obatnya,” ujar  Widianti dalam sebuah adegan di film ‘Batik, Our Love Story’.
Perjalanan berlanjut ke Cirebon yang sangat terkenal dengan motif Mega Mendung-nya. Dari Cirebon, kisah mengarah ke Madura yang terkenal dengan batik berwarna cerah seperti warna merah.
Layar pun berganti ke kota Jogja, lagi-lagi tembang milik Hip Hop Diningrat terdengar. Tembang yang dipakai kali ini adalah ‘Jogja Istimewa’. Nia mencoba untuk menampilkan batik yang juga dipakai oleh warga keraton. Beberapa koleksi batik yang terdapat di Museum Batik Jogja mungkin akan membuat Anda berdecak kagum mengingat usianya yang sudah ratusan tahun.
Setelah itu, kediaman Sigit Witjaksono (Njo Tjoen Hian), juragan batik Sekar Kencana sekaligus tokoh Lasem menjadi tujuan Nia Dinata. Dengan fasih, lelaki yang usianya lebih dari 80 tahun itu bercerita tentang berbagai motif batik dan asal mulanya.
Didampingi oleh istrinya, Marpat Rochani, dia bercerita bahwa usaha batik itu adalah warisan sang ayah, Njo Wat Jiang. Lasem mengalami masa keemasan batik ketika kota ini masuk lima besar kota batik di Indonesia bersama Pekalongan, Yogyakarta, Surakarta, dan Banyumas. Industri batik Lasem hilang karena bahan untuk membatik hilang di pasaran. Impor susah sementara kain, malam (lilin) dan pewarna tidak ada.
Di akhir cerita, tampak beberapa anak kecil sedang dilatih untuk membatik. Mereka dilatih oleh pemilik Sanggar Jeruk Srikandi, Lasem. Dari beberapa kisah yang terekam dalam dokumenter ‘Batik, Our Love Story’ terungkap bahwa mereka, para pekerja batik ini hidupnya masih memprihatinkan. Usaha keras mereka untuk mempertahankan batik tergambar dalam film berdurasi 70 menit ini.
Persoalan regenerasi, juga menjadi masalah utama dalam mempertahankan batik. Selain sebagai bahan edukasi, mengingat Nia juga memasukkan berbagai motif batik dan cara membatik, film dokumenter ini juga bisa digunakan sebagai masukan yang baik bagi pemerintah Indonesia.
Tak hanya tenaga fisik yang diperlukan pembatik untuk membuat selembar kain batik. Kelihaian memainkan canting memang salah satu faktor agar batik yang dihasilkan bisa sempurna. Yang terpenting, cinta mereka terhadap batik-lah yang terus membuat para pembatik ini semangat mengerjakan lembar demi lembar kain batik.
Film ‘Batik, Our Love Story’ dirilis menjelang hari batik yang jatuh pada 2 Oktober. Meski tak diputar untuk umum, namun ‘Batik, Our Love Story’ bisa ditonton secara gratis sesuai permintaan Anda. (eh)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Meeting Broadcaster SEA GAMES 2011 diikuti 39 peserta

(JAKARTA) – Sedikitnya 39 perwakilan penyelenggara penyiaran televisi dari negara-negara peserta SEA Games XXVI hadirpada SEA Games XXVI Broadcasters Meeting di Ballroom Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8), untuk membahaspersiapan teknis peliputan pesta olahraga dua tahunan itu.

Direktur Jenderal Indonesia SEA Games XXVI Organizing Committee Rachmat Gobel membuka resmi pertemuan tersebut.Rachmat mengharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan masukan yang positif bagi Inasoc agar peliputan SEA GamesXXVI oleh penyelenggara penyiaran televisi dapat berlangsung lancar dan hasilnya dapat dipancarkan ke negara-negarapeserta SEA Games serta dunia.

Sementara itu Direktur Media dan Broadcast Inasoc, Linda Wahyudimenyatakan pertemuan ini sangat penting untukmembahas masalah-masalah teknis penyiaran. Linda berharap eskpose terhadap SEA Games XXVI bukan hanya padapertandingannya tetapi juga  berbagai aspek lain, khususnya keunggulan-keunggulan Indonesia sebagai tuan rumahpenyelenggara.

Pada pertemuan ini juga hadir Direktur IT dan Telekomunikasi Inasoc, Sony Teguh. Sony memaparkan soal IT dan provider yang siap melayani segala keperluan penyelenggara penyiaran selama berlangsung SEA Games XXVI.
Para peserta juga mendapat menjelaskan tentang berbagai hal teknis pengiriman berita melalui televisi dari PT Telkomsebagai official provider SEA Games XXVIMelalui pertemuan ini Inasoc mengharapkan adanya kerja sama yang baik denganpara penyelenggara penyiaran televisi.

Seusai pertemuan tersebut para peserta akan mengunjungi sejumlah tempat-tempat pertandingan di Jakarta. Selanjutnyapada hari Jumat (19/8) para peserta pertemuan bertolak menuju PalembangSumatera Selatanuntuk melihat pembangunansejumlah tempat pertandingan di  kompleks Gelanggang Olahraga JakabaringKunjungan ke Palembang ini juga untukmemberikan gambaran sejauh mana kesiapan Palembang sebagai tuan rumah SEA Games XXVI.

SEA Games XXVI akan berlangsung di Jakarta dan Sumatera Selatan, 11-22 November mendatangTerdapat 43 cabangolahraga dan 545 nomor pertandingan pada SEA Games XXVI mendatang.
Indonesia menargetkan merebut medali emas terbanyak atau juara umum pada SEA Games kali iniSelain itu Indonesia jugaberharap sukses menjadi tuan rumah yang baik pesta olahraga dua tahunan ini.

Pada SEA Games XXV di Vientiane, laos, 2009, Indonesia tampil di urutan ketiga meraih 43 medali emas, 53 perak, 74perungguUrutan pertama dan kedua masing-masing ditempati Thailand (86-83-97) dan Vietnam (83-75-57).

Olah Raga Negara – Negara Asia Tenggara SEA Games XXVI 2011 akan dilaksanakan di Indonesia (Jakarta dan Palembang)mulai 11 Nopember hingga 25 Nopember 2011. Pesta olah raga SEA Games dilaksanakan setiap dua tahun sekali danmelibatkan sebanyak 11 negara – Negara di  Asia Tenggara yaitu : Brunei DarussalamPhiliphina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor-Lestedan Vietnam.



sumber : www.seag2011.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

6th ASEAN ParaGames Solo/Surakarta Indonesia


6th ASEAN ParaGames
6th ASEAN ParaGames

Theme: "TBA"
Nations participating11 (projected)
Athletes participating2000
Events11 sports (estimated)
Opening ceremony15 December 2011
Closing ceremony20 December 2011
Ceremony venueManahan Stadium,Surakarta

]Parallel to the 2011 Southeast Asian Games, the 2011 ASEAN ParaGames will be held 12 - 20 December 2011, in Surakarta (Solo)[1]Central JavaIndonesia. Solo's Manahan Stadium[2] will be the main Games venue. The APG serves as an opportunity to prepare athletes for theParalympic Games[3].
Patterned after the Paralympic Games, the ASEAN Para Games is a biannual regionalmultisport event held 2 weeks after the end of every Southeast Asian Games. Physically challenged athletes with mobility and visual disabilities, amputees or those with cerebral palsy from ASEAN member nations - BruneiCambodiaIndonesiaLaosMalaysiaMyanmar, thePhilippinesSingaporeThailandTimor Leste and Vietnam compete in these Games.
Traditionally, the ASEAN ParaGames are hosted by the same country and sports venues where the Southeast Asian Games takes place. Lack of accessible facilities or inexperience in catering to the needs for disabled sport has recently triggered hosting city substitutions likeNakhon Ratchasima rather than Bangkok in the 2008 ASEAN ParaGames, or a change of country–Malaysia[4] rather than Laos for the 2009 ASEAN ParaGames. This trend continues with the substitution of Solo rather than Jakarta in this edition of the Para Games

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Follow Our Twitter

TV online Live Streaming : Mivo.tv