Translate this Blog
Gerakan AYO ! INDONESIA BISA untuk SEA GAMES ke 26 Palembang
Indonesia SEA Games Organizing Committee (Inasoc) menargetkan 20 juta supporter bisa memberi dukungan bagi para atlet yang berlaga di SEA Games XXVI melalui internet dan jejaring sosial.
"Kami minta masyarakat beramai-ramai dukung `Gerakan Ayo! Indonesia Bisa` melalui portal www.ayoindonesiabisa.com,," kata Direktur Jendral Inasoc Rachmat Gobel usai peresmian Gerakan Ayo! Indonesia Bisa.
Gerakan ini dilatarbelakangi pelaksanaan SEA Games yang hanya kurang dari satu bulan lagi (11-22 November 2011) namun semangat nasional hampir tertutup oleh situasi politik dan hukum yang terjadi.
Gerakan massa "Ayo! Indonesia Bisa" bermaksud menggalang dukungan dari masyarakat luas bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik pada pesta olah raga terbesar di Asia Tenggara dan bertanding melawan 10 negara lainnya menjadi juara umum SEA Games ke-26 2011.
Gerakan ini bertujuan menggalang dukungan dari masyarakat luas bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan SEA Games tepat waktu dan mendukung atlet untuk meraih prestasi terbaik.
Ketua Pelaksana Indonesian SEA Games Organizing Committe (Inasoc) Rachmad Gobel mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. "Insya Allah seluruh venue sudah selesai akhir Oktober 2011. Kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak untuk kelancaran pelaksanaan SEA Games, khususnya di Palembang," ujarnya.
Pihaknya berharap langkah kecil tersebut dapat menginspirasi berbagai pihak untuk mengembalikan kejayaan Indonesia di laga Sea Games dan ajang bergengsi lainnya.
Sederet artis dan atlet pun ramai-ramai datang pada peresmian ini, mereka antara lain Syahrini, Rafi Ahmad, Pinkan Mambo, Ahmad Dani, Mulan Jameela, Nikita Willy, Uya Kuya, Oki Lukman, Helmi Yahya, Donna Agnesia, Wanda Hamidah, hingga Ira Wibowo.
Sedangkan para atlet yang hadir antara lain pebasket Denny Sumargo, Dwi Handoko, petenis Yayuk Basuki, atlet lari Dedeh Irawati, atlet berkuda Alvaro dan lain-lain.
Sekolah libur 5 hari selama SEA Games 2011
MNC Group siarkan 9 Cabor SEA GAMES 2011
Kapanlagi.com - Bagi masyarakat yang tidak sempat melihat secara langsung pertandingan olahraga di SEA Games ke-26 di Palembang dan Jakarta, tidak perlu bersedih. Karena stasiun TV di bawah naungan MNC Media Group, bakal menyiarkan langsung dari lokasi.
HUT ke 10 Kota Tasikmalaya menampilkan berbagai kreasi seni
Selain itu pagelaran karnaval yang menampilkan berbagai keunikan dan kreasi masyarakat dan komunitas seni, diharapkan Enung dapat semakin dikenal masyarakat tentang kesenian dan kebudayaan yang ada di Kota Tasikmalaya.
"Kita dari kebudayaan menampilkan berbagai kreasi kesenian dan kebudayaan, diharapkan mampu mengembangkan kebudayaan dan kesenian yang ada di Kota Tasikmalaya," katanya.
Kreasi seni yang ditampilkan dari Dibudpar, kata Enung ada empat jenis yakni seni musik Angklung Badud, musik kontemporer, Badawang atau orang-orangan dan tradisi religi seperti rebana atau genjring.
Empat jenis kreasi seni itu, kata Enung merupakan unggulan dari Kota Tasikmalaya yang selalu menjadi pusat perhatian banyak masyarakat yang hadir dalam pagelaran karnaval tersebut.
"Yang kita kelola dalam HUT Kota Tasikmalaya ini juga ada helaran yang sepenuhnya diserahkan kreasinya kepada masing-masing kecamatan saat menampilkannya," katanya.
Selain menggelar karnaval kesenian dan kebudayaan, sebelumnya rangkaian HUT Kota Tasikmalaya dimeriahkan dengan menggelar wisata kuliner, batik exhibition, Tasik In Passion dan pertunjukan wayang golek yang acaranya dipusatkan di Jalan Yudanagara
Royal Wedding Yogyakarta akan diliput 150 Wartawan
TEMPO Interaktif, Yogyakarta- Perhelatan pernikahan Gusti Kanjeng Ratu Bendara Wijareni dengan Kanjeng Pangeran Haryo Yudhanegara pada 16-18 Oktober mendatang mengundang minat jurnalis dalam dan luar negeri. Wartawan yang hendak meliput acara pernikahan putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X ini diperkirakan mencapai 300 orang.
Karena keterbatasan kapasitas, bagian urusan media massa membatasi hanya 150 wartawan yang bisa meliput acara. “Kami pusing harus memilih 150 dari 300 wartawan yang mendaftar,” kata Siane, Humas Media Center kepada Tempo,Selasa, 11 Oktober 2011.
Siane mengatakan, jurnalis yang tertarik meliput tidak hanya wartawan media cetak, elektronik, dan media online saja, tetapi meluas ke wartawan kampus hingga paguyuban foto.
Karena keterbatasan kapasitas itu, Siane meminta jurnalis yang mengajukan diri untuk meliput acara ini bisa memakluminya. Mereka menawarkan solusi, bisa mendapat akses di media center saja. “Di sini akan dibagikan foto atau video dari wartawan resmi yang ditunjuk Keraton,” ujarnya.
Liputan royal wedding yang diperkirakan dihadiri 4.000 undangan ini juga mengundang wartawan asing. Siane menyebutkan kantor berita asing sepertiAFP, Reuters, Suriname, NHK, juga ikut mendaftar.
Ronni Guritno, sekretariat Keraton Kilen menambahkan, jurnalis asing yang telah mendaftar melalui pintu sekretariat berasal dari Aljazair England. “Untuk yang lain mungkin melalui media center atau Kepatihan,” ujarnya.
Karena alasan keterbatasan lokasi itu pula, acara siraman untuk kedua pengantin tidak bisa diliput semua media. Ini lantaran tamu yang akan datang dari keluarga sudah 200 orang. “Bayangkan undangan dan media sama banyak jumlahnya, sementara ruangannya sangat kecil,” ujarnya. “Jadi, siraman tidak tertutup untuk orang luar, tetapi murni karena sempitnya tempat,” ujarnya.
Pihak Keraton akan membagikan hasil liputan foto dan video yang akan dibagikan ke media center selama proses acara berlangsung.
Peraturan Wajib Peliputan Royal Wedding Yogyakarta
Okezone
N Wijareni- A Ubaidillah (Foto: gresnews.me)
Bila tidak memenuhi aturan tersebut, maka wartawan dilarang untuk meliput acara pernikahan akbar tersebut. Peraturan ini meliputi pendaftaran wartawan pada 14 Oktober 2011 di Media Center yang terdapat di dua lokasi, yakni Bale Raos Keraton dan Komplek Kepatihan (Kantor Gubernur DIY). Dalam pendaftaran ini, insan media harus membawa surat tugas dan pas foto ukuran 4 cm x 6 cm. Keesokan harinya pada 15 Oktober, wartawan bisa mengambil ID Card. Satu media hanya diperbolehkan mengirimkan satu wartawan tulis dan satu wartawan foto. Setelah mendapatkan ID Card resmi dari keraton, lalu diberi “rundown” general serta informasi soal busana yang wajib dikenakan. Setelah itu, wartawan pun dipersilahkan untuk meliput.
Menurut informasi dari panitia, wartawan khusus pria yang akan meliput diwajibkan mengenakan busana peranakan lengkap dengan blangkon dan tanpa alas kaki. Kain batik yang digunakan tidak boleh bermotif perang. Sementara bagi jurnalis wanita, busana atasan berupa kebaya model kartini dengan padanan kain batik, plus tanpa alas kaki. Bagi wartawan yang tidak membawa ID Card Pers, maka tidak diperbolehkan meliput acara dengan alasan apapun.
Selama meliput, wartawan pun harus menghormati fotografer dan vidiografer resmi yang ditunjuk dari keraton dan memaklumi bahwa “spot” utama adalah hak eksklusif mereka.
SMK Negeri 2 Tasikmalaya Tuan Rumah EPITECH ke 6 se-Jawa Barat
![]() |
| Poster EPITECH 6 Jawa Barat dilaksanakan di SMKN 2 Tasikmalaya |
![]() |
| Bangunan depan SMKN 2 Tasikmalaya |
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Drs H Endang Suherman MPd ketika ditemui di kantornya, kemarin. ”Dalam pekan ini, kita akan melakukan pemantapan dan tidak lama lagi akan audiensi dengan wali kota,” tuturnya.
Kegiatan Epitech nanti, tambah Endang, akan dilaksanakan sepekan sejak tanggal 28 Oktober 2011.
Sementara yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan event tahunan tingkat provinsi tersebut, adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Tasikmalaya. Pemilihan SMKN 2 Kota Tasikmalaya sebagai tempat pelaksanaan Epitech, jelas Endang, karena sarana dan pra sarana serta lokasinya yang dianggap paling memungkinkan untuk dijadikan tempat utnuk menjamu tamu-tamu peserta Epitech tahun ini.
Dia juga mengungkapkan, Epitech yang telah lima kali diselenggarakan pemerintah Provinsi Jawa Barat itu sebagai upaya mendorong dan mendukung program Menteri Pendidikan Nasional M Nuh yang menargetkan pada tahun 2015 nanti, prosentarase siswa SMK dan SMA adalah 70 dan 30 persen. Ditambahkan, pelaksanaan Epitek 2011 di Kota Tasikmalaya nanti, akan dibuka oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan dihadiri oleh pejabat dari Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional. ”Ini merupakan kehormatan untuk Kota Tasikmalaya,” pungkasnya. (met)















